Selama UN Diharapkan Pejabat Tak Masuk Ruangan

|

Medan, (Analisa)

Pejabat pemerintah baik kepala dinas maupun kepala daerah diimbau untuk tidak masuk ke ruang ujian saat Ujian Nasional (UN) berlangsung, karena dikhawatirkan dapat mengganggu konsentrasi siswa saat menjalankan ujian.

Hal itu dikatakan Koordinator Pengawas UN di Sumut, Prof Selamet Triono usai memberikan penyuluhan dan pengarahan kepada pengawas UN dari perguruan tinggi di Medan, Rabu (17/3).

Sebab, ungkapnya, sesuai Prosedur Operasi Standar (POS) tentang pelaksanaan UN untuk SMA/MA tahun 2009/2010 yang dikeluarkan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), disebutkan yang boleh memasuki ruang ujian hanya siswa peserta ujian dan pengawas ujian.

"Artinya selama ujian berlangsung, selain siswa peserta ujian dan pengawas ujian, tidak diperkenankan masuk ke ruang saat ujian, termasuk kepala daerah maupun kepala dinas yang melakukan kunjungan ke sekolah," katanya.

Begitu pun, kata dia, tidak ada larangan bagi kepala daerah maupun kepala dinas untuk melakukan kunjungan ke sekolah pelaksana ujian, karena kepala daerah juga merupakan bagian dari panitia penyelenggaran UN di daerah.

Pernyataan ini hanya imbauan kalau bisa jangan masuk ke ruang ujian saat ujian berlangsung. Kalau bisa mereka hanya melihat proses berjalannya ujian dari luar ruangan dan kalau bisa saat berkunjung tidak diiringi dengan mobil poredes sebab dikhawatirkan akan mengganggu konsentrasi siswa peserta UN, katanya.

BSNP

Lebih lanjut Prof Selamet mengatakan, kepada pengawas ujian yang berasal dari perguruan tinggi itu diminta untuk menjalankan tugas dan peranannya sesuai POS yang telah ditentukan BNSP demi kelancaran pelaksanaan ujian.

Ada beberapa peranan pengawas UN yang harus dijalankan dengan sebaiknya selama UN berlangsung, pengawas harus menyaksikan dan menandatangani berita acara serah terima bahan ujian dari penyelenggara UN tingkat kabupaten ke sekolah pelaksana ujian. Kemudian memeriksa kelayakan dan keamanan penyimpanan bahan ujian, memantau pelasanaan UN di ruangan agar sesuai dengan tata cara yang telah ditetapkan dalam POS UN dan dapat memasuki ruang ujian jika diperlukan dengan catatan tidak mengganggu pelasanaan ujian.

Hasil pengawasan dalam ruang ujian dituliskan dalam berita acara dan ditandatangai oleh ketua penyelenggara UN tingkat satuan pendidikan dalam hal ini kepala sekolah. Bagi pengawas yang mendapat tugas mengawas di sekolah yang jauh di daerah terpencil kalau bisa paling lambat hari Sabtu (20/3) sudah berada dilokasi.

"Karena mereka juga harus memikirkan segala sesuatunya mengenai pelaksanaan UN tersebut baik lokasi sekolah maupun lokasi penyimpanan soal," katanya

Pada kesempatan itu, Pembantu Rektor I Universitas Negeri Medan ini meminta kepada para siswa peserta ujian nasional (UN) untuk tidak membawa alat komunikasi ke ruang ujian saat ujian berlangsung. "Semua jenis alat komunikasi seperti handpone, maupun alat elektronik lainnya seperti kalkulator tidak diperkenankan dibawa ke ruang ujian demi meminimalisasi adanya indikasi kecurangan-kecurangan.

Silang Murni

Selain melarang siswa peserta ujian membawa alat komunikasi ke ruang ujian, cara lain yang dilakukan dengan silang murni terhadap guru pengawas ruangan ujian. Artinya tidak ada guru yang berasal dari satu sekolah mengawas di sekolahnya sendiri.

"Misalnya guru yang berasal dari sekolah A akan mengawas di sekolah B, guru di sekoleh B akan mengawas sekolah C dan begitu seterusnya. Jadi tidak ada guru yang mengawas di sekolahnya masing-masing," katanya.

Kemudian, upaya lain yang dilakukan adalah guru pengawas ruangan bukan dari guru mata ujian yang diujikan. Misalnya pada hari pertama, mata ujian Bahasa Indonesia, maka guru pengawas harus berasal dari guru pengasuh bidang studi lain seperti Kimia, Matematika atau Fisika.

"Sementara guru yang mengasuh mata pelajaran Bahasa Indonesia tidak diperkenakan mengawas pada hari itu," katanya.

Wakil Koordinator Pengawas UN, Prof Irianto, mengatakan, tahun ini ada empat Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang dilibatkan dalam pengawasan UN yakni USU, Unimed, Politeknik Negeri dan IAIN Sumut serta ditambah dari Kopertis wilayah I Sumud-Aceh.

"UN 2010 diikuti 122.980 siswa SMA/MA SMK dari 33 kabupaten/ kota di Sumut dengan jumlah satuan pendidikan penyelenggara 1.112 sekolah. Pengawas dari perguruan tinggi yang dilibatkan juga sebanyak 1.112 orang sesuai dengan jumlah satuan pendidikan penyelenggara UN," katanya.(rmd)

Sumber: www.analisadaily.com

0 comments:

 

©2008 - 2011 paksiman@BLOG | Template Blue by TNB