Dinas Pendidikan Medan Berkomitmen Gelar UN Jujur

|

Medan, (Analisa)
Dinas Pendidikan Kota Medan tahun 2010 berkomitmen menggelar ujian nasional (UN) secara jujur. "Tahun ini kita sudah turunkan tanda tangan untuk melakukan komitmen UN jujur. Semuanya elemen yang terakit, panitia, kepala sekolah, pengawas membuat pernyataan siap menyelenggarakan UN jujur,"

kata Kadis Pendidikan Kota Medan, Drs Hasan Basri, MM kepada wartawan di Kantornya, Jalan Pelita IV Medan, Rabu (17/3).

Dia menjelaskan, secara psikologis dan yuridis akan mengikat semua elemen agar tidak melakukan kecurangan. Apabila ada kepala sekolah sebagai penyelenggara melakukan kecurangan akan diberi sanksi dan tidak melibatka orang lain untuk melindungi dirinya.

Selama ini, katanya orang memandang kepala dinas takut dipecat Walikota apabila nilai UN rendah. Kondisi ini, lanjut Hasan Basri salah.

"Dinas Pendidikan tidak pernah takut nilai UN rendah karena semuanya proses telah dilakukan mulai dari proses pembelajaran, pengawasan, standar kompetensi lulusan dibedah, try out digelar, pengisian remedia dilakukan hingga sosialisasi," tuturnya.

Kalau sudah dilakukan, lanjutnya tidak ada lagi rasa kekhawatiran. Namun, jika nilai kelulusan tinggi dan bagus jangan dituduh orang curang. Seharusya semua berpikir memberi apresiasi nilai tinggi. "Kita harus tahu apa sebabnya nilai tinggi,"ujarnya.

Hasan Basri menambahkan, menghadapi UN tahun 2010 ini semua persiapan telah dilakukan seperti sosialisasi setiap waktu, mendorong orangtua mengawasi anaknya, dan membedah standar kompetensi lulusan dengan mendatangkan narasumber dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

Sosialiasi naskah standar kompetensi dihadiri kepala sekolah dan kepala sekolah membawa guru sehingga hasilnya guru bersama-sama siswa membeda soal-soal standar kompetensi dengan melatih diri dan menjawab soal-soal.

"Semuanya dilakukan Februari 2010 dan kita memiliki satu bulan untuk menggenjot sehingga materi esensial yang harus diajarkan kepada murid kalau mau mencapai standar kompetensi ini akan lulus.

Ketika ditanya soal pelajaran Bahasa Indonesia. Hasan mengaku perlu penalaran dan tidak bisa tiba-tiba harus dilatih kapasitas logikanya karena sangat berkorelasi dengan kemampuan menalarkan.

Untuk itu, dia mengimbau, anak-anak mengoptimalkan penalaran tidak tergiring dengan perasaan apalagi menyangkut wacana, harus benar-benar diamati soalnya.

Perhatian PLN

Hasan Basri juga meminta kepada PLN agar pada pelaksanaan UN arus listrik tidak padam karena akan sangat menganggu proses ujian.

"Kita minta PLN benar-benar memperhatikan masalah ini,"katanya.

Dia menambahkan, untuk melancarkan UN pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak seperti petugas keamanan, dinas perhubungan dan PLN.

Sedangkan naskah soal, Sabtu (20/3) akan tiba di Dinas Pendidikan Sumut. (maf)

Sumber: www.analisadaily.com


0 comments:

 

©2008 - 2011 paksiman@BLOG | Template Blue by TNB