Simpati Untuk Prita Mulyasari

|

Prita Mulyasari, 32 tahun, seorang ibu rumah tangga biasa. Kini ibu 2 anak, masing-masing berusia 3 tahun dan 1 tahun 3 bulan itu sedang dirundung petaka. Bermula dari keluhannya yang dimuat di sebuah millis, tentang pelayanan Rumah Sakit Omni Internasional (RSOI), Alam Sutra, Tangerang, yang dianggap merugikannya sebagai pasien.

Pihak RSOI kemudian mengajukan gugatan perdata/pidana terhadap Prita, karena menganggap ibu rumah tangga itu dengan sengaja mencemarkan nama baik RSOI. Prita dijerat Pasal 27 Ayat 3, UU No.11/2008 tentang informasi dan transaksi elektronik dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun, atau denda maksimal 1 milyar rupiah.

Dalam gugatan perdata, Pengadilan Negeri Tangerang memenangkan pihak RS Omni sehingga Prita menyatakan banding.

Sedangkan kasus pidananya mulai digelar pada PN Tangerang pada Kamis (4/6). Prita dalam kasus tersebut dijerat dengan Pasal 310 dan 311 KUHP tentang pencemaran nama baik serta Pasal 27 Ayat (3) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Ancaman hukuman yang terdapat dalam Pasal 27 Ayat (3) UU ITE adalah enam tahun penjara. Dengan alasan tersebut, pihak kejaksaan menahan Prita di LP Wanita Tangerang sejak 13 Mei 2009.

Setelah mendapat dukungan antara lain dari ribuan pengguna internet, derasnya pemberitaan dari berbagai media massa, dan juga perhatian dari berbagai pejabat tinggi Indonesia, status Prita akhirnya diubah dari tahanan rutan menjadi tahanan kota.

Kemerdekaan dan kebebasan mengeluarkan pendapat di negara ini kembali dipertanyakan. Hanya karena menyampaikan keburukan layanan yang diterimanya, seseorang harus mendapat tuntutan perdata/pidana sedemikian berat. Suatu bentuk arogansi pemilik modal dan kekuasaan. Selamat berjuang Ibu Prita, aku mendukungmu!

2 comments:

AlvienRizki said...

moga aja keadilan dapat ditegakkan di kasus kali ini....

supercrespo said...

sok kali, sok2 bahas kasus prita, hahahahha.......

 

©2008 - 2011 paksiman@BLOG | Template Blue by TNB