Pengumuman Ujian Nasional Ditunda, Siswa dan Wali Murid Kecewa

|

Medan, (Analisa)

Pengumuman Ujian Nasional (UN) tahun 2009 kepada 106. 324 siswa yang seyogiyanya diumumkan secara serentak, Sabtu (13/6) ditunda. Akibatnya, ribuan siswa bersama orangtua harus kecewa.

Terkait persoalan itu, Kepala Dinas Pendidikan Sumut, Drs H Bahrumsyah melalui Ketua UN 2009 Sumut, H Hermansyur SE M.Si ketika ditemui di kantornya Jalan Teuku Cik di Tiro Nomor 1-D Medan, membenarkan penundaan itu.

“Alasan pembatalan semata-mata karena terjadinya keterlambatan berkas dari pusat. Jadi semata-mata karena masalah teknis yang tidak dapat dihindari,” ucapnya.

Dijelaskan Hermansyur, sebanarnya Dinas Pendidikan Sumut bersama seluruh jajarannya di kabupaten/kota telah berupaya maksimal guna mempersiapkan segala sesuatunya untuk mengumumkan hasil UN.

Oleh karena itu, pengumuman UN terpaksa ditunda dan dijadwalkan, Senin 15/6) depan sekitar pukul 15.00 WIB, ungkapnya.
Sementara pantauan Analisa di lapangan, sejak pukul 13.00 WIB, puluhan ribu siswa di Medan yang tersebar di ratusan sekolah telah menunggu di sekolahnya untuk mengambil hasil UN.

Seperti di SMA Negeri 3 Jalan Budi Kemasyarakatan Medan, ratusan siswa bersama orangtuanya memadati lapangan sekolah.
Hampir Satu Jam

Setelah ditunggu hampir satu jam lebih, pihak sekolah ternyata mengumumkan bahwa hasil UN belum bisa dibagikan karena belum sampai ke sekolah dan rencananya Senin (15/6)

baru dibagikan. Kabar soal pengumuman juga ditulis di kertas karton dan ditempel di depan pintu sekolah.
Rasa cemas siswa dan wali murid juga terlihat di sekolah swasta Harapan I Jalan Diponegoro Medan. Di sekolah ini sejak pukul 13.30 WIB berlangsung acara “Graduation Day” yang dikemas mirip “wisuda sarjana” perguruan tinggi diisi dengan beragam pagelaran seni dan puncaknya ditandai penyerahan hasil UN.

Namun di tengah suasana semarak, Kepala Sekolah Swasta Harapan 1 Drs. Sofyan Alwi mengumumkan sekitar penundaan penyerahan hasil UN sampai Senin, hingga para siswi yang diharuskan berbusana kebaya dan siswa mengenakan jas/batik serta wali murid berpakaian batik dan kaum ibunya berpakaian muslim sukar menyembunyikan rasa kecewa.

Perasaan kecewa juga disampaikan orangtua siswa Chairina Aulia Suhada, siswi SMA Negeri 11 Medan.
Menurutnya, pengumuman ini jangan sempat menimbulkan firasat buruk dan hendaknya jangan ditunda-tunda lagi.
Pembantu Kepala Sekolah (PKS) III, SMA Negeri 3 Medan, Drs Emir Harahap MM kepada wartawan mengaku sempat menerima keluhan sejumlah orangtua. “Ada sejumlah orangtua yang resah dan jengkel, pengunduran ini tentunya membuat mereka jantungan, apalagi diulur-ulur,” katanya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Drs Hasan Basri MM mengaku tidak mengetahui secara persis soal keterlambatan naskah hasil UN sampai di Medan sehingga pengumuman di sekolah-sekolah pun diundurkan.

Dia menjelaskan, sejak pagi hingga siang sekira pukul 14.30 WIB Dinas Pendidikan Kota Medan diwakili, Kepala Bidang Pendidikan Menengah Umum dan Kejurusan terus menunggu pembagian hasil UN di Ruang Proses Hasil Evaluasi Belajar Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara di Jalan Bilal Medan.
“Kita sudah perintahkan anggota memantau, tapi hingga pukul 14.30 WIB juga belum mendapatkan hasil sehingga terpaksa pengumuman diundurkan di sekolah-sekolah. Hasilnya baru diperoleh sekira pukul 15.00 WIB,”katanya.

Bagi ke Rayon

Kondisi ini, lanjutnya tidak serta merta dibagikan ke sekolah, tapi dibawa ke Dinas Pendidikan Medan dan melalui penanggungjawab, Kepala Bidang Pendidikan Menengah Umum dan Kejuruan membagikan ke rayon dan rayon ke sekolah. “Kondisi ini tentunya membuat kita tidak bisa memaksa untuk mengumumkan sehingga diundur. Saya kira tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena pelaksanaan semua di Jakarta,” kata Hasan Basri sembari mengingatkan agar jangan ada prasangka buruk terhadap pengunduran ini.

Di tempat terpisah, kesibukan terlihat di Ruang Proses Hasil Evaluasi Belajar Dinas Pendidikan Provinsi di Jalan Bilal Medan. Di sana, perwakilan sekolah dari kabupaten/kota sibuk mengambil berkas hasil UN.

Sementara Anggota DPD RI, Parlindungan Purba kepada Analisa menyampaikan kekecewaannya atas penundaan pengumuman hasil UN 2009 tersebut. “Hal ini menunjukkan kebobrokan managemen pengelolaan pendidikan di Indonesia”, ucap Purba.

Padahal, ungkapnya, ujian susulan telah dilaksanakan yang ditutup dengan pengumuman. Tapi ternyata mengalami penundaan.
Terkait dengan kasus ini, katanya lagi, Parlindungan Purba akan segera meminta penjelasan serta pertanggung jawaban dari Badan Standar Nasional Pendidikan dan Mendiknas. Sebab telah menimbulkan keresahan di kalangan siswa, orang tua, guru dan pihak sekolah.

Menurut Purba, unsur kejujuran jangan sampai diabaikan dalam pelaksanaan UN. Pemerintah untuk lebih transparan terhadap kasus ini. Sebab UN ini semata untuk pemetaan kemampuan siswa. “Jadi bukan dilihat sebagai penentu kelulusan”, ungkapnya. (rmd/maf)

Sumber: www.analisadaily.com

0 comments:

 

©2008 - 2011 paksiman@BLOG | Template Blue by TNB