933 Siswa SMA/SMK Medan Tidak Lulus, Pengumuman UN Dilakukan Hari Ini (Senin, 15/6)

|

Medan, (Analisa)

Pengumuman Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/SMK yang sempat tertunda hari ini, Senin (15/6) secara serentak di Kota Medan akan diumumkan mulai pukul 15.00 WIB di masing-masing sekolah.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Drs Hasan Basri MM ketika dihubungi melalui telepon selular Minggu, (13/6).
Hasan Basri mengaku, sebelumnya terjadi penundaan pengumuman UN disebabkan daftar kolektif kelulusan terlambat diterima Dinas Pendidikan Kota Medan dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Sabtu (13/6) kemaren. Makanya, Dinas Pendidikan Kota Medan baru akan mengumumkannya Senin ini.

Dia menjelaskan, sesuai dengan perolehan nilai UN ada sebanyak 933 siswa SMA /SMK tidak lulus UN. Dengan perincian, peserta SMA IPA, peserta 13.694 siswa, lulus 13.668 atau 99,8 persen, tidak lulus 26 orang atau 0,2 persen. Nilai tertinggi mencapai 56,26. Sedangkan nilai terendah 8.50. SMA program studi IPS, peserta UN 11.342 siswa, lulus UN 11.296 atau 99,6 persen, tidak lulus 46 siswa atau 0,4 persen.Nilai tertinggi 54.30, sedangkan terendah 22.02.

Untuk SMK peserta UN 12.387 siswa, lulus UN 11.526 atau 93,05 persen, tidak lulus mencapai 861 orang atau 6,95 persen. Nilai tertinggi 33,50 dan terendah 22,02.

Tidak Wajib

Sementara Direktur LDP Indonesia, Tetty Juliaty,SE MSi mengaku rendahnya lulusan SMK setiap UN dikarenakan siswa SMK lebih dipersiapkan untuk kerja menjadi tenaga profesional muda. “Seharusnya pemerintah mengetahui tujuan adanya SMK yakni menciptakan profesional muda, makanya dalam belajarpun mereka lebih ditekankan menjadi tenaga kerja yang terampil dan siap kerja,” kata Tetty.

Tetty yang juga alumni dari SMK Negeri 1 Sindoro Medan mengaku, kuliah bagi siswa SMK merupakan alternatif karena memang mereka dipersiapkan menjadi tenaga kerja yang profesional. Untuk itu, dia menyarankan kepada pemerintah agar UN tidak dibebankan kepada SMK. Apalagi, siswa SMK untuk menyelesaikan studinya juga telah mengikuti ujian nasional kompetensi sesuai jurusannya. “Jadi mereka dua kali ujian nasional seperti sekretaris dan program studi lainnya,”ucap Tetty yang juga Kepala Cabang Lembaga Sertifikasi Profesi Administrasi Profesional dan Sekretaris Indonesia (LSP APSI) Cabang Sumut.

Tetty yang pernah menjadi juri pada Lomba Kompetensi Siswa (LKS) VIII di Jakarta mengaku pernah berdiskusi dengan sejumlah kepala sekolah SMK yang intinya kepala SMK setuju usulan agar UN tidak diberlakukan bagi SMK. “Mereka (kepala SMK) umumnya sependapat UN tidak dibebankan kepada siswa SMK. Apalagi terlalu tinggi target kelulusan,” ungkapnya. (maf)

Sumber: www.analisadaily.com

0 comments:

 

©2008 - 2011 paksiman@BLOG | Template Blue by TNB