7.621 Siswa SMP di Sumut Tidak Lulus

|

Medan, (Analisa)

Sebanyak 7.621 siswa dari 235.436 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Sumut yang mengikuti Ujian Nasional (UN) dinyatakan tidak lulus, pada pengumuman hasil kelulusan UN yang dilaksanakan, Sabtu (20/6) hari ini.

Ketua Panitia UN Sumut, H Hermansyur SE M.Si menjelaskan hal itu kepada wartawan di ruang kerjanya Jalan Teuku Cik di Tiro Nomor 1-D Medan, Jumat (19/6). Dijelaskan, persentase jumlah yang tidak lulus hanya sedikit yakni 3,23 persen, sementara yang lulus jumlahnya mencapai 96,77 persen. Dan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, jumlah siswa SMP di Sumut yang lulus UN tahun ini meningkat, karena tahun sebelumnya hanya 93 persen yang lulus.

Rata-rata nilai mata pelajaran UN 2009, jelasnya Matematika dengan perolehan tertinggi mencapai 7,95, sementara Bahasa Indonesia mencapai 7,17, Bahasa Inggris 7,32 dan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam 7,48.

“Untuk siswa MTs, kita belum mendapatkan secara rinci tingkat persentase kelulusannya, karena sampai sekarang masih kita rekap. Yang jelas siswa MTs yang mengikuti UN tahun ini sebanyak 50.525 orang,” katanya.

Menurut dia, meski tingkat kulusan siswa SMP di Sumut meningkat tiga persen, namun fakta adanya siswa yang tidak lulus tetap harus menjadi bahan evaluasi bagi dinas pendidikan, sekolah, kepala sekolah, guru, dan orangtua.

“Tingginya tingkat kelulusan tetap tidak boleh membuat kita lengah, dan harus tetap menjadi bahan evaluasi untuk menjadi yang lebih baik lagi di masa yang akan datang,” katanya. Hermansyur juga menjelaskan bahwa pengumuman UN SMP tidak akan mengalami penundaan. Seluruh berkas dikirimkan ke Dinas Pendidikan kabupaten/kota Jumat pukul 20.00 WIB malam, dan diprioritaskan yang terjauh, seperti Nias, Nisel, Sibolga, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan dan sekitarnya.

Sekolah Dasar

Sementara mengenai tingkat kelulusan SD yang mengikuti Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN), seluruhnya diserahkan ke sekolah masing-masing. “Untuk SD kami hanya bertugas menilai lembar jawaban siswa, sementara soal kelulusan diserahkan seluruhnya ke sekolah masing-masing. 

Sementara mengenai distribusi ijazah menurut dia paling lambat akhir Juni 2009 sudah terdistribusikan seluruhnya ke kabupaten/kota dengan prioritas utama adalah daerah-daerah yang jauh dari pusat ibukota seperti Nias, Nias Selatan, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan.

Ia mengatakan, bagi siswa yang tidak lulus UN diberikan dua pilihan, yakni mengikuti paket B atau mengulang tahun depan. “Artinya mereka yang tidak lulus itu diberikan kebebasan untuk memilih, apakah mengikuti paket B atau mengulang tahun depan.(rmd)

Sumber: www.analisadaily.com

1 Comentário:

supercrespo said...

alhamdulillah.....

 

©2008 - 2011 paksiman@BLOG | Template Blue by TNB